Dipenghujung tahun 2014, tepatnya tanggal 11 Desember 2014 dilangsungkan Parade Budaya atau Kirab Budaya dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Blora yang ke 265. Walaupun pada awal kegiatan diiringi dengan gerimis kecil, hal ini tidak menyurutkan semangat para peserta baik dari kalangan Instansi Pemerintah, Perwakilan dari seluruh kecamatan di Blora, yang selanjutnya diikuti barisan dari lingkungan sekolah.
Beberapa sekolah menyusung tema permainan tradisional, kegiatan masyarakat yang telah lalu. Diharapkan kita tidak melupakan jati diri bangsa atau budaya bangsa khususnya budaya Kabupaten Blora. SMP Negeri 6 Blora mengusung thema permainan tradisional yang sudah banyak ditinggalkan masyarakat. Tergerus oleh perkembangan teknologi, terhanyut oleh budaya dari luar, terkikis oleh permainan individual berupa game komputer dan sejenisnya.
SMP Negeri 2 Blora mengangkat tradisi pasang “Tarub” sebagai tradisi masyarakat Jawa untuk melangsungkan pernikahan, disamping tradisi yang lain, yang sampai saat ini masih setia kita pergunakan, berupaya melawan arus zaman ditengah banyak dilangsungkan kegiatan pernikahan dengan nuansa yang lebih modern. Ini mengajak kita untuk senantiasa mengingat kebuayaan bangsa sendiri.
SMA Negeri 1 Blora mengangkat tema permainan tradisional Otok-otok, yang dikolaborasi dengan peragaan busana menyerupai kegiatan Jember Carnival. Permainan otok-otok yang kalah dengan roller blade, game online, mobil remote. Pertanyaan bagi kita, haruskan permaian otok-otok tergerus oleh zaman, terintusi dolanan made in negara lain ?
Semoga kita dapat mengambil makna dari kegiatan parade budaya di tahun 2014, dan dapat melaksanakan kegiatan serupa dengan lebih baik. Dirgahayu Kabuaten Blora yang ke 265, semoga menjadi kota lebih maju tanpa meninggalkan tradisi/ budaya.







