Pelatihan Senayan Library Management System (SLiMS) Lanjutan

Dinas Pendidikan Kabupaten Blora bekerja sama dengan Perpustakaan Kemdikbud Republik Indonesia, kembali mengadakan pelatihan Senayan Library Management System (SLiMS) tahap yang kedua, yang berlangsung di Ruang Pertemuan Gedung A Dinas Pendidikan Kabupaten Blora. Pelatihan berlangsung selama dua hari yaitu Tanggal 27 – 28 April 2018.

schilsSchool Integrated Library System atau bisa disingkat sebagai SchILS merupakan aplikasi otomatisasi perpustakaan yang digunakan untuk mengelola perpustakaan. Tata kelola yang dilakukan oleh perpustakaan meliputi koleksi, anggota, dan sirkulasi. Pengembangan SchILS didasarkan pada aplikasi SLiMS yang sudah banyak digunakan oleh perpustakaan-perpustakaan di seluruh Indonesia. Terutama perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu pengguna terbesar SLiMS. Berdasarkan pertimbangan tersebut, untuk keperluan integrasi serta berbagi data di kemudian hari, maka SLiMS dijadikan basis pengembangan SchILS. SchILS dapat diakses melaui tautan https://psbsekolah.kemdikbud.go.id/pustaka_maya.html

Selain SchILS, pelatihan juga memperkenalkan Kamaya (Pustaka Maya) adalah Katalog Induk Perpustakaan Sekolah Indonesia yang menghimpun data katalog koleksi perpustakaan sekolah yang menggunakan SLiMS (Senayan Library Management System) sebagai sistem automasi perpustakaannya. Kamaya dikembangkan oleh Perpustakaan Kemendikbud bekerjasama dengan Pustekkom Kemendikbud dan SDC (Senayan Developer Community).

Kamaya diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan referensi sekaligus peta perpustakaan sekolah di Indonesia yang telah terautomasi. Informasi bergabung dengan Kamaya dapat menghubungi via pos-el: kamaya@kemdikbud.go.id  Kamaya dapat diakses melalui tautan: https://psbsekolah.kemdikbud.go.id/kamaya/

 

katalog-induk-perpustakaan

Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Repositori Institusi Kemendikbud RI) adalah sebuah layanan informasi digital yang menyediakan akses terbuka (open access) dan daring (online) kepada publik terkait dengan berbagai informasi di bidang pendidikan dan kebudayaan yang dihasilkan oleh seluruh unit kerja di lingkungan Kemendikbud dalam berbagai format.

Pemanfaatan Repositori Institusi Kemdikbud secara daring (online) diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai informasi di bidang pendidikan dan kebudayaan dengan cepat, tepat dan akurat serta sekaligus dapat meningkatkan visibilitas dan memberikan dampak positif bagi institusi Kemendikbud.

repKeberadaan Repositori Institusi Kemendikbud ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi digital yang menyimpan, menyelamatkan, dan mendistribusikan sumber informasi yang dibutuhkan dan dipertahankan oleh institusi untuk kepentingan informasi, pembuktian, dan akuntabilitas yang dapat diakses baik dari dalam maupun luar institusi. Repositori ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur kinerja institusi yang dapat terlihat oleh publik.

 

M. Yusuf, S.Pd

Leave a Reply

*

captcha *